Itu tekadku beberapa tahun lalu. Jiwaku tersenyum dan berkata "Apa yang kamu tunggu Rhe?"
"Jodoh, Jodohku... Yang selalu dibicarakan banyak orang. ya, mungkin dengan sejumput cinta bersamanya supaya aku bisa tertawa bersama dan merangkai cerita bersama."
Pertama
Aku pergi ke Cafe, tempat orang-orang terbiasa menghabiskan waktunya. Duduk di salah satu warung kopi dan mulai memandang sekeliling. Sekian banyak orang datang dan pergi di hadapanku, lewatlah seorang pria berambut cepak. Sambil memegang hp nya, ia tersenyum melihat teman2 nya disana. Ah, senyum yang manis... Tapi mengapa tak ada getar aneh menjalari tubuh dan hatiku. Bukannya cinta itu sepaket dengan getaran yang terasa di tubuh dan hatiku? Aku kembali meneguk segelas kopi hangat di hadapanku dan dalam sepersekian detik sudah melupakan pria manis itu.
Kedua
Hari ini aku pergi ke pantai. Sore hari bersama temanku. Banyak orang menghabiskan waktu akhir pekannya disini. Ada seorang pria berjalan dengan seorang anak kecil. Aku pikir itu anak kecil itu anaknya, ternyata keponakannya. ku ketahui saat anak kecil itu memanggilnya dengan sebutan "Oom". Ku perhatikan Dia pantas menjadi seorang ayah yang baik. Hei... hatiku?? mengapa tidak berdebar juga melihat pria itu?. dan aku pun lalu tak mengamati pria itu, aku sibuk memaikan air ke kakiku.
Ketiga
Training hari itu. Kusiapkan semuanya dengan maksimal saat aku mulai melangkahkan kaki ku menuju ruang training. Hari itu trainernya seorang pria. Rambutnya dibiarkan acak-acakan,perpaduan jas, kemeja dan dasi yang sempurna, membuatnya tampil sangat wah. Ditambah dengan senyum manis membingkai wajahnya. Ia pintar. Materi Training dibawakannya dengan sempurna, pertanyaan yang diajukan peserta training pun dijawab dengan lancar. Ia akan menjadi lawan bicaraku yang sempurna. Apa pria ini? Yang kutahu, mataku tak berhenti menatap layar di depan, melihat materi training yang ia bawakan dan bukannya menatap dirinya berkali-kali. Hanya sesekali kutatap dirinya, selebihnya aku sibuk dengan isi materi saja. Bukan dia! Karena bagiku cinta itu jika aku selalu menatap sosok orang yang ku kagumi tiu. tapi ini tidak, tidak terjadi seperti itu.
Keempat
Setiap minggu pagi aku bersama dengan dua orang sahabatku menghabiskan waktu untuk berolah raga di taman kota. Disana kulihat pria sedang lari-lari kecil sambil mendengarkan lagu dari hape nya. Dia tersenyum, tapi aku tidak merasakan malu-malu atau grogi saat itu. ku balas senyum hanya biasa saja.. tidak sumringah. lalu tidfak lama kemudian aku bertemu dengan salah seorang teman dari sahabatku tadi. sahabatku mengenalkan dia denganku. setelah selaesai berolah raga kami semua berbincang sambil sarapan bubur ayam. lagi-lagi aku masih tak merasakan denyut jantungku berdetak kencang dan aliran darahku menderas memompa darahnya. Tapi waktu terasa berlalu begitu lambat, pembicaraan kami terasa berputar-putar saja. Dan jika itu cinta, aku yakin waktu akan terasa berjalan dengan sangat cepat. dan dia tidak pernah mampir sekalipun dalam mimpiku malam itu.
Kelima
Ini sudah tahun ke delapan sejak aku lulus SMA. Hari lebaran itu aku bertemu dengan seorang yang sudah lama ku kenal bahkan pernah mengagumi dirinya dulu tapi semuanya ku pendam. Disela-sela pembicaraan kami, tawa dan candaan kami Kali ini jantungku berdetak dengan lebih cepat, tubuh dan hatiku seperti bergetar tanpa alasan yang jelas. Aku terperanjat, ia adalah seorang pria yang manis yang sudah lama aku kenal bahkan dekat denganku sebenarnya,sekaligus cinta tersembunyi yang kusimpan erat di salah satu sudut hatiku. Aku pikir rasa itu telah hilang, tapi nyatanya ia masih memiliki efek yang sama untuk diriku. Tawanya membangkitkan senyumku. wajahku terasa panas. Ada magnet tersendiri yang ia miliki. Ah, iya... aku jatuh cinta padanya. Tetap jatuh cinta dari sejak dulu pertama kali aku mengenalnya. Tuhan, mungkin hari ini aku telah menemukan jodohku? batinku bergumam.
Dia Pria tampan, Pintar, supel, perhatian, pengertian. dan Dewasa.
P.S : Allah... apakah Engkau merestuiku dengan yang ini?
_RS_



